7 Langkah Menjaga Usaha di Tengah Kritis Corona

7 Langkah Menjaga Usaha di Tengah Kritis Corona – Epidemi penyakit virus corona (COVID-19) yang melanda dunia semenjak awal tahun sudah mengguncangkan kehidupan warga setiap hari. Sampai 30 Maret, tertera sekitar 724.565 masalah COVID-19 dengan korban meninggal dunia sampai 34.107 orang di 199 negara di dunia. Di Indonesia, COVID-19 sudah mengontaminasi minimal 1.414 orang dimana sekitar 122 orang wafat karena penyakit menyebar itu. Tidak cuma meneror nyawa, epidemi virus corona sudah memukul banyak keberlangsungan usaha. Lalu, bagaimanakah cara untuk menjaga usaha ditengah-tengah kritis corona.

7 Langkah Menjaga Usaha di Tengah Kritis Corona

Anjuran untuk tinggal #DiRumahAja dari mulai kerja, bersekolah sampai melaksanakan ibadah, kurang lebih sudah memengaruhi roda usaha. Cukup banyak aktor usaha yang belingsatan hadapi kritis ini. Jika Anda mempunyai usaha, pastikan agar usaha terus berjalan mulus ditengah-tengah epidemi ialah PR besar. Tetaplah optimis serta baca beberapa panduan penting berikut.

Langkah Menjaga Usaha di Tengah Krisis Corona

1. Check situasi keuangan usaha

Tidak ada yang dapat pastikan kapan epidemi virus corona ini akan usai. Semasa epidemi belum berbuntut, pasti situasi perekonomian belum normal kembali. Hal tersebut jelas akan memengaruhi keberlangsungan usaha Anda. Kerjakan penelusuran dalam pada situasi keuangan usaha. Salah satunya hal penting yang penting Anda check ialah situasi likuiditas alias kontan on hand.

Likuiditas seperti darah dalam satu badan. Dalam keuangan rumah tangga, biasa dikatakan sebagai dana genting alias emergency fund. Jika situasi likuiditas tidak aman, hari esok usaha terancam juga. Coba kalkulasi berapakah besar tingkat likuiditas usaha, sampai berapakah lama Anda dapat menjaga usaha pada kondisi tanpa ada penghasilan? Baiknya, Anda masih mempunyai kontan on hand untuk operasional 12 bulan ke depan. Jika kurang dari itu, Anda perlu pikirkan penyelamatan likuiditas supaya bisa menjaga usaha ditengah-tengah kritis corona ini.

2. Buat persiapan diri untuk skenario terburuk

Bencana epidemi semasif epidemi COVID-19 ini jelas punya pengaruh besar pada usaha siapa saja. Tidak cuma pasar yang tiba-tiba lesu dengan cara mencolok bersamaan kebijaksanaan physical distancing, masalah suplai chain mengganggu kesibukan usaha. Belum juga penangguhan keinginan atau proyek yang awalnya sudah disetujui bersamaan insiden epidemi ini. Hal tersebut jelas memengaruhi nasib usaha.

Karenanya, untuk langkah mengantisipasi, bikinlah business rencana yang berisi prediksi atau forecast atas keberlanjutan usaha Anda minimal sampai satu tahun ke depan. Contohnya, prediksi dari bagian penghasilan usaha, tingkat pengeluaran, lanjutan pendanaan dan lain-lain.

3. Berhematlah!

Epidemi COVID-19 dikuatirkan menyebabkan kritis finansial yang semakin jelek dibanding kritis keuangan yang sempat berlangsung awalnya. Penting buat Anda tempuh beberapa langkah extraordinary agar nafas usaha dapat berjalan semakin lama. Langkah harus yang penting Anda menempuh ialah mendesak pengeluaran dengan beberapa langkah agar likuiditas dapat semakin kuat. Contohnya, mendesak ongkos operasional dari pos-pos teratur seperti tagihan listrik, air, serta internet.

Contoh gampang, usaha Anda di bagian food and beverages. Kebijaksanaan work from home membuat pembelian dalam tempat turun mencolok. Anda dapat mendesak ongkos operasional dengan memaksimalkan service delivery order yang tidak memerlukan kedatangan karyawan kebanyakan. Sebab tidak layani konsumen sit in, Anda pun tidak perlu menyalakan semua lampu serta mesin pendingin udara di warung selama waktu operasional. Irit ongkos penjualan dengan memaksimalkan sosial media saja dengan cara organik. Menunda dahulu pengeluaran untuk berbelanja modal yang kuras dana besar.

Jika sangat mungkin, kerjakan negosiasi dengan suplier berkaitan pembayaran yang kemungkinan dapat diperpanjang. Pikirkan negosiasi dengan perbankan jika pembayaran angsuran hutang berasa memperberat.

4. Berikan pemahaman pada karyawan

Kritis epidemi COVID-19 ialah waktu penuh kedukaan. Jika tidak waspada, usaha dapat gulung tikar dalam sekejab karena tidak kuat ditembus tsunami COVID-19 yang hebat. Langkah menjaga usaha ditengah-tengah kritis corona selanjutnya ialah ajak bicara karyawan-karyawan Anda untuk ikut pundak membahu, sama-sama menguatkan diri di waktu yang berat ini.

Berikan pada karyawan mengenai konsentrasi Anda sekarang ialah menjaga keberlangsungan usaha agar janganlah sampai pailit yang dapat menyebabkan penghentian hubungan kerja. Agar itu bisa diraih, karyawan harus ikhlas lupakan peningkatan upah atau pemberian bonus seperti umumnya. Minimal sampai situasi normal kembali.

5. Genjot pemasaran dengan termurah

Epidemi COVID-19 mewajibkan beberapa orang hindari keramaian untuk mengerem penebaran virus. Aplikasikan taktik yang sangat pas supaya pemasaran masih sampai sasaran dengan ongkos paling murah. Contohnya, usaha Anda ialah bidang F&B yang semula memercayakan lawatan konsumen dengan cara langsung. Pada kondisi saat ini, hal tersebut jelas susah terwujud. Geser taktik untuk memaksimalkan service delivery order, drive thru atau menggencarkan promosi abonemen.

Contohnya, menawarkan harga semakin ekonomis buat konsumen yang pilih pembelian abonemen semasa satu minggu. Atau, beri voucer jika ada pembelian sampai nilai khusus dimana voucer itu cuma berlaku jika ada pembelian lagi di muka sejumlah khusus.

6. Kampanyekan nilai plus service

Kampanyekan pada sasaran pasar Anda nilai plus yang dapat Anda beri semasa keadaan kritis ini. Contohnya, Anda bergerak di layanan service internet. Keperluan warga atas internet bertambah tajam semasa anjuran #DiRumahAja. Agar masih unggul ditengah-tengah kompetisi, galakkan penawaran promosi yang menarik seperti paket spesial buat pelajar yang belajar di dalam rumah, dan lain-lain.

Jika usaha Anda di fragmen makanan atau minuman, tekankan Anda mempropagandakan loyalitas usaha memberikan dukungan sanitasi. Contohnya, beberapa pramusaji tetap kenakan masker serta sarung tangan untuk pastikan minuman yang dibikin steril, sediakan hand sanitizer buat layanan delivery yang ambil barang pesanan, dan lain-lain.

7. Maksimalkan tehnologi simpatisan

Banyak tehnologi yang dapat Anda gunakan supaya pekerjaan usaha dapat berjalan senormal umumnya. Contohnya, untuk rapat dengan team setiap hari, manfaatkan aplikasi Zoom. Begitupun jika memang perlu melakukan komunikasi dengan client, Anda dapat ajak penggunaan video conference call. Maksimalkan aplikasi working deck seperti Slack atau Trello supaya kerja team masih terlihat kapanpun. Dengan suport tehnologi yang pas, aktvitas kerja serta usaha bisa Anda usahakan senormal kemungkinan.

Tujuh strategi itu mudah-mudahan dapat menolong Anda menjaga usaha ditengah-tengah krisis corona atau COVID-19. Masih semangat serta optimis, ya!

Baca Juga: 4 Tips Usaha Warung Kopi Supaya Dapat Bertahan waktu PSBB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *